Lokananta pada mulanya resmi berdiri dengan nama lengkap Pabrik Piringan Hitam Lokananta Jawatan Radio Departemen Penerangan Republik Indonesia di Surakarta. Merupakan pabrik piringan hitam, pusat penggandaan musik, studio rekaman hingga label rekaman milik negara. Didirikan pada 29 Oktober 1956 oleh Raden Maladi di Surakarta dengan niat supaya lagu barat tidak mendominasi siaran RRI.
Lokananta tidak hanya menyimpan koleksi lagu-lagu daerah, tetapi juga menyimpan rekaman penting sejarah perjalan bangsa Indonesia. Mulai dari sub-master pidato proklamasi kemerdekaan, rekaman lagu kebangsaan “Indonesia Raya” versi instrumental, serta rekaman pidato Soekarno saat pembukaan Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955 di Bandung.
Lokananta melakukan banyak inovasi dan mengikuti tren sehingga mencapai masa keemasannya. Mulai dari merubah format dari piringan hitam ke keset yang mendapat sambutan manis dari masyarakat. Hingga Lokananta memiliki studio berukuran 14x31 meter sehingga memungkinkan untuk melakukan rekaman live dan tata akustik. Menjadikannya sebagai Studio terbesar hingga saat ini.
Pada era pemerintahan Gus Dur di bubarkanlah Departemen Penerangan sehingga menyebabkan Lokananta tidak mempunyai tempat bernaung. Sampai pada akhirnya Lokananta menjadi bagian dari Perum PNRI (Percetakan Negara Republik Indonesia). Lokananta memiliki tugas meliputi bidang multimedia, rekaman, penggandaan kaset dan CD room, remastering, dll.
Sebagai studio rekaman musik pertama dan tertua di indonesia Lokananta di tetapkan menjadi Bangunan Cagar Budaya yang dilindungi dan dirawat untuk melestarikan sejarah musik tanah air. Pada tahun 2022 Lokananta di revitalisasi, dijadikan ruang kreatif dan destinasi wisata sejarah yang terbuka untuk umum. Lokananta sampai saat ini juga menerima pesanan duplikat kaset. Selain itu juga menyediakan tempat untuk berbagai macam kegiatan seperti workshop, seminar, photoshot, serta wedding.
Berlokasi di Jl. Ahmad Yani No.379, Kerten, Kecamatan Laweyan, Solo. Jam buka kawasan mulai dari jam 08.00-00.00 dan jam buka museum/galeri pukul 10.00-20.00. Waktu kunjungan galeri di bagi menjadi 5 sesi yaitu pukul 10.00, 12.00, 14.00, 16.00, dan 18.00. Tiket seharga 30k/orang bisa di beli langsung di lokasi dan bisa pesan online dan hanya menerima pembayaran non-tunai.
Lokananta sekarang terdiri dari 5 pilar utama yang terdiri dari Museum/Galeri, Studio Rekaman (Lokananta Record), Arena Pertunjukan (Amphitheater), Arena Kuliner, dan Galeri UMKM. Kami waktu itu datang sore hari jadi tujuan utama hanya ke Galeri saja. Beli tiket langsung di area masuk dan di beri gelang tangan, masuk ke area galeri tidak di ijinkan membawa tas, makanan, atau minuman.
Untuk menikmati galeri harus mengikuti alur ruang pamer, terdiri dari 9 ruangan yang tediri dari ruang Linimasa, Gamelan, Diskografi, Bengawansolo, Anekanada, Proklamasi, Ruang Pamer, Pustaka, dan Toko Lokananta.
![]() |
| Ruang 7 Ruang Pamer |
Kami datang waktu galerinya sepi, pengunjung cuma kami bertiga saja jadi terasa begitu tenang dan bisa menikmati dengan nyaman. Galerinya seru, interaktif, dan informasi yang di sampaikan mudah di mengerti. Bisa di jadikan sebagai salah satu bucketlist kalau mengunjungi Kota Solo.


























































