SEMERBAK WANGI AROMATIC DI RUMAH ATSIRI INDONESIA

Wangi lembut, segar, dan menenangkan, begitulah aroma ketika memasuki Rumah Atsiri Indonesia. Aroma wangi berasal dari esential oil yang bikin kita betah berlama-lama di dalamnya. Tidak heran ya tempat ini menjadi destinasi wisata yang sedang ramai di kunjungi saat ini. Begitupun aku hehe.. udah jadi wishlist dari tahun lalu mau kesini.

Rumah Atsiri Indonesia merupakan tempat wisata edukasi tentang pembuatan minyak esential oil dari tanaman atsiri. Dulunya, tempat ini merupakan tempat penyulingan citronella terbesar di Asia Tenggara yang berdiri sejak tahun 1963. Merupakan hasil kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan Bulgaria untuk mengolah minyak atsiri dengan bahan dasar sereh wangi atau citronella. Pada tahun 1986 kepemilikannya berubah dari milik pemerintah ke swasta. Dan sekitar tahun 2015 berhenti beroperasi karena masalah ketersediaan bahan baku dan perekonomian. Kemudian di ambil alih oleh PT Rumah Atsiri Indonesia yang kemudian merevitalisasi bangunannya dan dijadikan tempat wisata edukatif pada Mei 2018.



Berlokasi di Jl. Watusambang, Desa Plumbon, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Tiket masuknya cukup terjangkau yaitu 50k untuk dewasa, waktu itu anakku umur 2th masih gratis. Uang sebesar 50k itu berupa voucher yang nanti bisa di tukar untuk menikmati beberapa kegiatan di dalamnya. Ada tur tanaman aromatik seharga 25k, masuk museum 38.5k, dan workshop harian 125k. Selain itu juga bisa dipakai buat jajan di restonya. Kalo uang di vochernya kurang bisa bayar dengan uang cash ya.

Sayang sekali waktu itu kami datang kesorean, jam 3 sore baru dateng. Sedangkan Rumah Atsiri buka jam 10.00 pagi sampai 17.00 sore. Tapi lumayan masih dapet 2 jam. Karena keterbatasan waktu itu kami hanya sempat ikut tour ke museum yang dimulai pukul 16.00 sore dan berlangsung selama 45 menit. 

Waktu itu kami harus menunggu 30 menit sebelum masuk ke museum jadi kami manfaatkan untuk strolling around kebun plaza marigold yaitu hamparan tanaman bunga marigold yang banyak di tanam di halaman. Sepertinya bunga marigold ini jadi icon utama ya di Rumah Atsiri? Hehe..




Jam sudah menunjukan pukul 16.00 sore dan pemandu sudah memanggil peserta yang daftar untuk tour. Waktu itu kami tour museum bersama rombongan lain. Di dampingi oleh seorang pemandu yang sangat ramah dan jelas penjelasannya. Di dalam museumnya bagus sekali. Nanti pengunjung akan diajak untuk mengikuti perjalanan bagaimana minyak atsiri ditemukan dan persebarannya di seluruh dunia hingga masuk ke Indonesia. Menceritakan juga bagaimana perjalanan berdirinya Rumah Atsiri dahulu hingga sekarang menjadi tempat wisata edukatif.




Di dalamnya terdapat berbagai tanaman yang di gantung-gantung merupakan teknik menanam dari jepang. Tersedia juga alat interaktif untuk kita bisa menebak aroma-aroma dari berbagai tanaman aromatik. Juga di perkenalkan dengan aroma-aroma dari berbagai daerah di Indonesia dan dari negara lain. Pokoknya tournya worthit banget sih. Kalian harus coba.








Selesei tour museum kami di arahkan untuk masuk ke dalam toko souvenir. Di dalamnya menjual berbagai souvenir khas atsiri agar pengunjung mengenang kunjungan ke Rumah Atsiri Indonesia. Terdapat essential shop yang menyediakan beragam pilihan produk turunan dari minyak atsiri. Tapi harganya mahal-mahal cuy jadi kami cukup lihat-lihat dan tau saja hehe..




Setelah itu kami buru-buru masuk ke restoran karena penasaran banget mau mencoba minuman dan makanan khas Rumah Atsiri. Selain itu karena kami masih punya saldo di voucher kami hehe. Restoran ini memiliki kapasitas hingga 200 orang, terdapat area smoking dan non-smoking area yang langsung berhadapan dengan view plaza marigold. Restoran menyajikan berbagai makanan dan minuman khas yang terdapat unsur minyak atsiri, maupun menu-menu lain yang disukai oleh pengunjung.


Kami pesan 2 minuman yaitu chamomile dan ginger rose kombucha juga cemilan mac n chesee ball. Minumannya sih juara enak banget aku sukaaaaaa. Apalagi seduhan chamomile itu aku habis satu ceret sendiri. Untuk harga sih lumayan pricey tapi worthit untuk di coba.



Juga terdapat taman koleksi tanaman atsiri yang bersisi puluhan tanaman atsiri yang ada di seluruh dunia. Sayangnya karena waktu kami terbatas dan buru-buru harus pulang karena kesorean jadi kami nggak masuk kesini. Sedih sekali haha.. tapi yaudalah.Disini juga terdapat laboratorium dan fasilitas pendidikan sebagai wadah edukasi bagi pengunjung yang mengikuti berbagai aktifitas kursus mengenai minyak atsiri.   

Sebenarnya masih banyak spot dan kegiatan yang bisa di kunjungi disini. Bahkan ada tempat glamping gaesss, perpustakaan, dan tempat riset pun ada. Tapi lagi-lagi karena kami datang kesorean jadi gabisa eksplor banyak. Nggak papa nanti kesini lagi kalo karuna dah paham ikut tour museum. Kemaren doi cranky banget waktu ikut tour, yaudah namanya juga bocil. Seeyouuu loveeee..

You Might Also Like

0 Comments

Teman Jalan